Sajian informasi yang ada di bangka belitung berupa masakan, lowongan kerja, kuliner, objek wisata, khas bangka dan informasi umum lainnya.

Mengenal Ragam Wisata Budaya Bangka Belitung

Bebagai ragam wisata budaya yang ditampilkan pada setiap daerah yang terdapat di Indonesia yang merupakan ciri khas tersendiri di setiap daerah sebagai simbol baik itu untuk permersatu bangsa dan keanekaragaman kearifan lokal. Beberapa ragam budaya tersebut yang terdapat di negeri tercinta ini ada di provinsi kepulauan bangka belitung.

Berikut adalah ragam wisata budaya bangka belitung yang dapat menjadi pengetahuan untuk masyarakat umum, apalagi ada wisatawan yang akan mengunjungi bangka belitung.
 
Ceng Beng
 
Ceng beng merupakan perwujudan dari sikap masyarakat tionghoa yang sangat mencintai dan menghormati leleuhurnya.Ceng beng merupakan perwujudan dari sikap masyarakat tionghoa yang sangat mencintai dan menghormati leleuhurnya. Kegiatan ritual yang dimulai dengan membersihkan kuburan. Orang bangka menyebutnya dengan pendem.

Hal tersebut dilaksanakan 10 hari sebelum pelaksanaan ceng beng. Agenda puncak ceng beng dilaksanakan pada tanggal 5 april kalender masehi setiap tahunnya. Kegiatan yang dilakukan sejak dini hari hingga terbit sang fajar dengan melakukan sembayang dan meletakkan sesajen.

Sembayang Rebut

Untuk setiap tanggal 15 juli tahun imlek, warga tionghoa selalu mengadakan ritual sembayang rebut
Untuk setiap tanggal 15 juli tahun imlek, warga tionghoa selalu mengadakan ritual sembayang rebut atau masyarakat tionghoa menyebutnya dengan chiong si ku disetiap kuil dan kelenteng dimana puluhan umat memberikan penghormatan yang diiringi dengan panjatan doa keselamatan dan keberkahan.

Menjelang tengah malam, jamuan - jamuan yang sudah dihidangkan sudah dirasa cukup dinikmati oleh para arwah, sehingga prosesi ritual dilanjutkan dengan upacara rebutan sesaji yang berada dialtar persembahan.

Kongian atau Imlek
Tahun baru imlek atau biasa disebut oleh masyarakat tionghoa imlek yang merupakan perayaan menyambut musim semi, yang mana kisahnya tentang datangnya seekor binatang yang disebut "nian" dari pegunungan atau laut untuk mengganggu orang - orang yang dimanifestasikan / digambarkan sebagai barongsai.

Kemudian untuk mengusirnya orang menggunakan gaun merah dan menyalakan petasan untuk mengusir "nian" Sehingga makna dari kongian atau imlek sebenarnya adalah mengusir atau menangkan nian.

Perang Ketupat
 
Upacara ini dimadsud untuk keselamatan warga setempat sehingga tidak diganggu oleh makluk halus yang dipercaya hidup disana. Perang ketupat adalah salah satu upacara adat di bangka belitung, tepatnya pulau bangka yang diselengarakan sebelum bulan puasa di pantai pasir kuning kota tempilang kabupaten bangka barat. Pada saat acara berlangsung, penduduk sekitar pantai pasir kuning yang menyelenggarakan acara ini akan membuka pintu rumah sebesar - besarnyauntuk menyambut tamu yang berkunjung kedesa mereka. Perang ketupat adalah acara inti dari semua prosesi pada acara hari itu.

Buang Jong
Buang jong berarti membuang atau melepaskan perahu kecil ke laut. Perahu kecil tersebut berbentuk kerangka kapal yang didalamnya berisikan sajian dan ancak. Ancak merupakan kerangka rumah - rumahan yang melambangkan tempat tinggal. Tujuan dari upacara itu adalah memohon perlindungan agar terhindar dari segala bencana yang akan menimpa selama mengarungi laut lepas untuk menanagkap ikan.

Cukup sekian dulu, informasi yang disampaikan oleh Blog Zona Bangka Belitung. Mudah - mudahan ini menjadi pengetahuan dan informasi. Adapun informasi ini ditulis dengan sumber dari Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Mengenal Ragam Wisata Budaya Bangka Belitung

0 komentar: